https://e-journal.mrhj.ac.id/Jkk/issue/feed JURNAL ILMIAH KEBIDANAN DAN KESEHATAN 2026-01-01T00:00:00+07:00 Erny Elviany Sabaruddin, S.Pi., M.Si ernyelviany@gmail.com Open Journal Systems <p style="text-align: justify;">Jurnal Ilmiah Kebidanan dan Kesehatan adalah Jurnal Ilmiah yang dipublikasikan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Mitra RIA Husada Jakarta. Setiap tahun publikasi dilakukan dua periode yaitu Januari dan Juni. Jurnal Ilmiah Kebidanan dan Kesehatan ini fokus pada hasil-hasil penelitian dalam lingkup ilmu kesehatan masyarakat dan kebidanan. Selain itu juga, Jurnal Ilmiah Kebidanan dan Kesehatan dapat membantu memperkaya referensi ilmiah yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.</p> https://e-journal.mrhj.ac.id/Jkk/article/view/364 TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K) MAHASISWA DI STIKES M TAHUN 2025 2025-12-05T09:17:02+07:00 Diah Warastuti diahcary@gmail.com Aurel Dias Natalia aureldias44@gmail.com Seal Viana Mayada Putri diahcary@gmail.com Astrid Puti Arum diahcary@gmail.com Divo Pratama Putra diahcary@gmail.com Sandra Ananda diahcary@gmail.com Ashiva Alfauziah diahcary@gmail.com Ananda Putri Khatami diahcary@gmail.com <p>Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) memiliki peran penting dalam menyelamatkan hidup dan memastikan kehidupan yang lebih baik dan lebih cepat dalam pemulihan. Pengetahuan tentang P3K merupakan bekal dasar yang seharusnya dimiliki oleh semua masyarakat, salah satunya adalah mahasiswa di institusi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat pengetahuan tentang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) pada mahasiswa STIKes M. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan terhadap 50 responden sebagai sampel dari 76 populasi mahasiswa STIKes M menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 72% responden memiliki pemahaman yang baik tentang P3K baik dari mahasiswa program studi kesehatan masyarakat maupun kebidanan. Mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik tentang P3K, namun masih diperlukan edukasi dan pelatihan berkala serta penambahan mata kuliah khusus P3K, terutama bagi mahasiswa dengan pengetahuan yang masih cukup atau kurang, khususnya dari program studi kebidanan. Program semacam itu memberikan kontribusi yang signifikan dalam membina profesional perawatan kesehatan yang kompeten dan siap menangani situasi mendesak.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-01-01T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2025 JURNAL KESEHATAN DAN KEBIDANAN https://e-journal.mrhj.ac.id/Jkk/article/view/367 PERAN KELUARGA PADA MASA NIFAS UNTUK MENCEGAH TERJADINYA DEPRESI POST PARTUM DI TPMB Y, BREBES PADA TAHUN 2025 2025-12-09T14:25:16+07:00 Sinta Dwi Juwita sintajuwiya18@gmail.com Yulita Nengsih sintajuwiya18@gmail.com Nur Rahma Hidayah sintajuwiya18@gmail.com <p>Masa nifas dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil yang berlangsung kira-kira 6 minggu. Menurut teori Reva Rubin fase-fase adaptasi psikologis pasca persalinan menjadi 3 tahapan, yaitu : Taking In, Taking On dan Letting Go.&nbsp; Apabila ibu ifas mengalami masalah dalam fase tersebut, peluang terjadinya komplikasi masa nifas khususnya terhadap psikologis akan menjadi tinggi. Depresi postpartum yaitu gangguan suasana hati pada ibu postpartum yang terjadi dalam enam bulan setelah melahirkan. Depresi postpartum merupakan depresi yang terjadi setelah proses melahirkan dan dapat berdampak negatif pada ibu yang mengalami, bayi yang dilahirkan, dan keluarga dari ibu sendiri. <strong>Metode Penelitian</strong>: Penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan pendekatan Cross-Sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan variabel dimana variabel independen dan dependen diidentifikasi dalam satu waktu. <strong>Hasil penelitian</strong> menunjukkan bahwa ibu nifas yang tidak mendapat dukungan keluarga sebanyak 3 orang (15%) dan mendapat dukungan keluarga sebanyak 17 orang (85%). Sedangkan untuk ibu nifas yang mengalami kejadian depresi post partum sebanyak 14 orang (60%) dan yang tidak terjadi depresi post partum sebanyak 6 (40%). Dari hasil penelitian menyatakan bahwa berdasarkan hasil uji chi square yaitu 0,219 (&gt;0,005) yang artinya tidak terdapat hubungan dukungan keluarga melalui peristiwa depresi post partum. <strong>Kesimpulan</strong>: Sejumlah penyebab yang diasumsikan menjadi etiologi depresi postpartum yang pertama neurologi postpartum, depresi biasanya terkait dengan penyakit sirkuit saraf yang mengakibatkan penurunan volume otak. Mereka yang menderita gangguan depresi berat mengalami penurunan ini. Kedua, gangguan autoimun selama persalinan, seorang ibu terkena beragam antigen fetal. Suatu pengkajian menduga bahwa akibat adanya paparan tersebut berefek pada kondisi psikologis ibu. Dan gangguan tidur seorang ibu melewati fase penyesuaian diri dengan peran barunya setelah melahirkan. Kurang tidur mungkin disebabkan oleh tugas barunya karena ia harus merawat bayinya. Depresi pascapersalinan sebagian disebabkan oleh terganggunya sintesis hormon ini.</p> 2026-01-27T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 JURNAL ILMIAH KEBIDANAN DAN KESEHATAN https://e-journal.mrhj.ac.id/Jkk/article/view/369 PERBEDAAN KEJADIAN GANGGUAN MENSTRUASI BERDASARKAN POLA MAKAN, STATUS GIZI, TINGKAT STRES, DAN AKTIVITAS FISIK PADA WANITA SUBUR DI RSIA TUMBUH KEMBANG DEPOK 2025-12-09T14:24:03+07:00 Imelda Marsilia imeldadiana33@gmail.com Nina Tresnayanti imeldadiana@mrhj.ac.id Siti Hana Vita imeldadiana@mrhj.ac.id <p style="font-weight: 400;">Menstruasi adalah proses fisiologis alami yang menjadi indikator penting kesehatan reproduksi wanita, namun sering mengalami gangguan akibat berbagai faktor. Gangguan siklus menstruasi dapat memengaruhi kesuburan, meningkatkan risiko penyakit kronis, bahkan menyebabkan infertilitas. Faktor yang memengaruhi kelancaran haid antara lain pola makan, status gizi, tingkat stres, dan aktivitas fisik. WHO (2018) melaporkan sekitar 80% wanita di dunia mengalami ketidakteraturan menstruasi, sedangkan di Indonesia prevalensinya mencapai 11,7% Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kejadian gangguan menstruasi berdasarkan pola makan, status gizi, tingkat stres, dan aktivitas fisik pada wanita usia subur di RSIA Tumbuh Kembang tahun 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional dengan analisis korelasi. Sampel sebanyak 49 responden ditentukan dengan teknik Slovin dari populasi 97 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur serta pengukuran status gizi langsung. Analisis univariat digunakan untuk distribusi frekuensi, sedangkan uji Chi-Square untuk hubungan variabel. Hasil penelitian menunjukkan gangguan terbanyak adalah dismenorea (26,5%), oligomenorea (18,4%), dan menoragia (16,3%). Terdapat hubungan signifikan antara pola makan (p=0,008) dan tingkat stres (p=0,016) dengan gangguan menstruasi. Namun, status gizi (p=0,349) dan aktivitas fisik (p=0,058) tidak berhubungan signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah pola makan dan tingkat stres memiliki hubungan bermakna dengan kejadian gangguan menstruasi pada wanita usia subur, sedangkan status gizi dan aktivitas fisik tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan.</p> <p style="font-weight: 400;">&nbsp;</p> <p style="font-weight: 400;"><strong>Kata Kunci: gangguan menstruasi, pola makan, status gizi, stres, aktivitas fisik, wanita usia subur</strong></p> 2026-01-27T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2026 JURNAL ILMIAH KEBIDANAN DAN KESEHATAN