Isi Artikel Utama

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya insiden kecelakaan kerja di rumah sakit akibat tindakan tidak aman, di mana edukasi K3 konvensional belum mampu membentuk budaya keselamatan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi efektivitas "Model Edukasi Keselamatan Berbasis Pendekatan Perubahan Perilaku" guna meningkatkan budaya K3 pada pekerja medis dan non-medis. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) yang dilanjutkan dengan uji efektivitas melalui desain Quasi-Experimental Pretest-Posttest with Control Group. Hasil uji statistik bivariat menunjukkan peningkatan yang signifikan pada skor perilaku aman di kelompok intervensi (p < 0.05). Analisis multivariat lebih lanjut membuktikan bahwa model edukasi ini berpengaruh sangat signifikan terhadap peningkatan skor Budaya K3 (p = 0.000). Pekerja yang mendapatkan intervensi model edukasi memiliki skor 16,85 poin lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Model intervensi ini secara akumulatif mampu menjelaskan 68,5% dari varians perubahan Budaya K3. Kesimpulannya, pengintegrasian keilmuan promosi kesehatan dalam model edukasi ini terbukti efektif mengubah paradigma edukasi menjadi pemberdayaan partisipatif yang sukses meningkatkan budaya keselamatan di rumah sakit.

Kata Kunci

Keywords: Safety Culture (or K3 Culture), Behavior Change, Safety Education Kata Kunci : Budaya Keselamatan (atau Budaya K3), Perubahan Perilaku, Edukasi Keselamatan

Rincian Artikel