Isi Artikel Utama

Abstrak

Masyarakat adat memiliki karakteristik budaya yang mempengaruhi perilaku kesehatan, termasuk masyarakat Baduy di Kabupaten Lebak, Banten. Nilai adat dan kearifan lokal yang masih kuat menyebabkan perilaku kesehatan masyarakat lebih banyak dipengaruhi oleh tradisi dibandingkan pendekatan medis modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta mengimplementasikan edukasi kesehatan berbasis budaya pada masyarakat Baduy Luar. Penelitian menggunakan metode mixed-methods dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sampel penelitian sebanyak 35 responden yang diperoleh melalui purposive sampling. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji chi-square, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki perilaku PHBS kurang (54,3%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan perilaku PHBS (p-value=0,021; OR=8,75) dan hubungan signifikan antara sikap dengan perilaku PHBS (p-value=0,034; OR=4,13). Temuan kualitatif menunjukkan bahwa budaya adat, persepsi manfaat pengobatan tradisional, serta keterbatasan akses kesehatan menjadi faktor yang mempengaruhi perilaku kesehatan masyarakat. Edukasi kesehatan berbasis budaya terbukti lebih mudah diterima masyarakat karena dilakukan melalui pendekatan komunikatif dan partisipatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi pendekatan budaya dengan promosi kesehatan modern dapat meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan sehat.

Rincian Artikel