Isi Artikel Utama

Abstrak

Hot flashes merupakan keluhan yang paling sering dirasakan wanita pada masa perimenopause akibat penurunan hormon estrogen. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan dan kualitas hidup sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efektivitas pemberian sari kedelai dan terapi akupresur titik SP6 serta HT7 terhadap penurunan intensitas gejala somato-vegetatif (hot flashes) pada wanita perimenopause. Desain penelitian menggunakan quasi-experiment dengan rancangan two-group pre-test and post-test. Sampel berjumlah 20 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Tingkat keluhan diukur menggunakan sub-skala somato-vegetatif dari kuesioner Menopause Rating Scale (MRS). Data dianalisis menggunakan uji Paired Samples T-Test dan Independent Samples T-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor rata-rata gejala somato-vegetatif pada kedua kelompok (p < 0,05). Namun, kelompok sari kedelai menunjukkan penurunan intensitas yang lebih signifikan dibandingkan kelompok akupresur (p < 0,001). Sari kedelai terbukti lebih efektif dibandingkan terapi akupresur dalam menurunkan intensitas keluhan somato-vegetatif pada wanita perimenopause. Hasil ini dapat menjadi referensi bagi bidan dalam memberikan asuhan komplementer yang praktis.

Kata Kunci

Acupressure Hot Flashes Perimenopause Soy Milk Non-pharmacological Therapy Akupresur Hot Flashes Perimenopause Sari Kedelai Terapi Non Farmakologis

Rincian Artikel