Isi Artikel Utama

Abstrak

Rendahnya pemanfaatan metode kontrasepsi jangka panjang, khususnya Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR), menunjukkan adanya keterbatasan pengetahuan, persepsi negatif, serta kurang optimalnya konseling pada akseptor KB. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap akseptor KB terhadap AKDR melalui metode Focus Group Discussion (FGD) di Posyandu Markisa, Sukamanah, Rangkasbitung. Tim pelaksana menggunakan metode FGD interaktif yang melibatkan penyuluhan, diskusi kelompok, dan sesi tanya jawab terarah dengan peserta. Tim melakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan serta perubahan sikap peserta terhadap AKDR. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pengetahuan mengenai manfaat, efektivitas, dan keamanan AKDR, serta menunjukkan perubahan sikap yang lebih positif. Peserta juga menunjukkan peningkatan minat dalam memilih AKDR sebagai metode kontrasepsi jangka panjang. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa metode FGD efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap akseptor KB terhadap AKDR. Oleh karena itu, tenaga kesehatan perlu mengembangkan pendekatan edukasi partisipatif seperti FGD untuk meningkatkan cakupan penggunaan kontrasepsi jangka panjang.


 


 

Kata Kunci

AKDR,  akseptor KB, FGD, Posyandu IUD, family planning acceptors, FGD, Posyandu

Rincian Artikel