Isi Artikel Utama

Abstrak

Menstruasi adalah proses fisiologis alami yang menjadi indikator penting kesehatan reproduksi wanita, namun sering mengalami gangguan akibat berbagai faktor. Gangguan siklus menstruasi dapat memengaruhi kesuburan, meningkatkan risiko penyakit kronis, bahkan menyebabkan infertilitas. Faktor yang memengaruhi kelancaran haid antara lain pola makan, status gizi, tingkat stres, dan aktivitas fisik. WHO (2018) melaporkan sekitar 80% wanita di dunia mengalami ketidakteraturan menstruasi, sedangkan di Indonesia prevalensinya mencapai 11,7% Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kejadian gangguan menstruasi berdasarkan pola makan, status gizi, tingkat stres, dan aktivitas fisik pada wanita usia subur di RSIA Tumbuh Kembang tahun 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional dengan analisis korelasi. Sampel sebanyak 49 responden ditentukan dengan teknik Slovin dari populasi 97 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur serta pengukuran status gizi langsung. Analisis univariat digunakan untuk distribusi frekuensi, sedangkan uji Chi-Square untuk hubungan variabel. Hasil penelitian menunjukkan gangguan terbanyak adalah dismenorea (26,5%), oligomenorea (18,4%), dan menoragia (16,3%). Terdapat hubungan signifikan antara pola makan (p=0,008) dan tingkat stres (p=0,016) dengan gangguan menstruasi. Namun, status gizi (p=0,349) dan aktivitas fisik (p=0,058) tidak berhubungan signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah pola makan dan tingkat stres memiliki hubungan bermakna dengan kejadian gangguan menstruasi pada wanita usia subur, sedangkan status gizi dan aktivitas fisik tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan.


 


Kata Kunci: gangguan menstruasi, pola makan, status gizi, stres, aktivitas fisik, wanita usia subur

Rincian Artikel