Isi Artikel Utama

Abstrak

 


ABSTRAK


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor individu dan pekerjaan dengan gejala penyakit degeneratif, serta menentukan faktor dominan yang paling berpengaruh. menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Jumlah sampel sebanyak 161 karyawan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan data sekunder. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk analisis bivariat dan regresi logistik ganda untuk analisis multivariat. Sebagian besar responden mengalami gejala penyakit degeneratif, terutama kolesterol tinggi. Terdapat hubungan signifikan antara usia, IMT, aktivitas fisik, dan shift kerja dengan gejala penyakit degeneratif dengan menunjukan nilai Usia dengan OR 5.031 dan P-value 0.025, IMT dengan OR 5.336 dan P-value 0.027, Pola makan dengan OR 3.686 dan P-value 0.204, Aktivitas Fisik dengan OR 5.338 dan P-value 0.022, Pengetahuan dengan OR 1.609 dan P-value 0.236, Shift dengan OR 734 dan P-value 0.005. Sementara pola makan dan pengetahuan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Hasil uji multivariat menunjukkan bahwa usia dan IMT merupakan faktor yang paling dominan terhadap gejala penyakit degeneratif dengan nilai Nagelkerke R² sebesar 0,155. Usia dan IMT yang tidak normal menjadi faktor utama dalam kemunculan gejala penyakit degeneratif di lingkungan kerja. Diperlukan upaya promotif dan preventif yang berkelanjutan melalui pemeriksaan kesehatan rutin, pengelolaan berat badan, serta edukasi kesehatan, terutama pada karyawan usia ≥40 tahun.


Kata kunci : penyakit degeneratif, usia, IMT, pola makan, aktivitas fisik, pengetahuan kesehatan, shift kerja.

Rincian Artikel