Isi Artikel Utama

Abstrak

Nyeri leher merupakan sebagai masalah kesehatan utama yang akan mempengaruhi kualitas kondisi hidup dan pekerjaan. Prevalensi nyeri leher pada populasi penduduk dewasa di dunia berada pada rentang 16,7%-75,1%. Data di Indonesia 2021 terkait kejadian nyeri leher ini, pada penduduk dewasa tercatat sekitar 16,6% setiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor individu dan pekerjaan dengan tingkat keluhan nyeri leher pada pekerja di PT. Bukaka Teknik Utama Tbk. Cileungsi Unit Boarding Bridge Tahun 2023. Sampel penelitian ini berjumlah 50 pekerja dari 8 dapartemen dengan metode penelitian kuantitatif menggunakan desain cross sectional dan uji statistic menggunakan chi square. Kuesioner yang digunakan Neck Disability Indeks. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan dengan p value masa kerja = 0.002, riwayat penyakit = 0.000, olahraga = 0.014 dan posisi/postur janggal = 0,001, sedangkan variabel kebiasaan merokok tidak adanya hubungan dengan keluhan nyeri leher dengan p value = 0.718. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan signifikan antara masa kerja, riwayat penyakit, olahraga dan posisi/postur janggal dengan nyeri leher. Saran penelitian ini melakukan stretching/pemanasan sebelum bekerja dan beristirahat sejenak pada satu waktu dalam periode jam kerjanya dan pekerja untuk selalu diarahkan dan diingatkan harus selalu rutin mengikuti medical chekup.

Rincian Artikel