Isi Artikel Utama
Abstrak
Metode kontrasepsi yang saat ini banyak di pilih akseptor KB 50% adalah kontrasepsi suntik, hal ini disebabkan karena kontrasepsi suntik di anggap pemakaiannya yang sederhana, aman, dan kerjanya yang efektif. Namun banyak dari akseptor KB justru mengeluhkan masalah perubahan siklus menstruasi sebagai salah satu efek samping yang ditimbulkan dari metode tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui Perbedaan Perubahan Siklus Menstruasi Pada Pemakaian Kontrasepsi Cyclofem Dan Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) Bagi Akseptor KB Suntik Di PMB Ny. L Tahun 2022. Penelitian ini dilakukan di PMB Ny. L Tahun 2022 dengan sampel 25 akseptor KB suntik Cyclofem dan 53 akseptor KB suntik Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA). Penelitian ini adalah jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan crosssectional, menggunakan data primer dan sekunder. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Dalam penelitian ini diketahui tidak ada perbedaan antara perubahan siklus menstruasi dengan pemakaian kontrasepsi Cyclofem dengan durasi pendek dan durasi panjang (p=0,401) tetapi ada perbedaan antara perubahan siklus menstruasi dengan pemakaian Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) dengan durasi pendek dan durasi panjang (p=0,001). Kesimpulan penelitian ada perbedaan yang bermakna antara perubahan siklus menstruasi dengan durasi pemakaian kontrasepsi suntik Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA). Saran dari penelitian ini agar lebih meningkatkan pendidikan pengetahuan tentang efek samping dan resiko KB suntik serta bagaimana menghadapi perubahan siklus yang dialami dan agar bisa mengarahkan akseptor KB suntik untuk beralih ke metode kontrasepsi jangka panjang jika ingin menunda kehamilan.
Kata Kunci: Perubahan Siklus Menstruasi, Cyclofem, DMPA
