Isi Artikel Utama
Abstrak
Salah satu ketidaknyamanan yang dirasakan oleh ibu hamil trimester pertama pada kehamilan yaitu mual dan muntah. Mual muntah secara terus menerus disebut hyperemesis gravidaru.[1] Mual dan muntah (emesis gravidarum) terjadi sebesar 50 - 90% kehamilan.[2] Menurut WHO (2015) jumlah kejadian hiperemesis gravidarum mencapai 12,5% dari seluruh jumlah kehamilan di dunia.[3] Salah satu penatalaksanaan untuk mengurangi emesis gravidarum terapi non-farmakologis adalah pemberian aromaterapi lemon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lemon dalam mengurangi emesis di Puskesmas Gadog Kabupaten Garut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pre- experiment. Desain penelitian ini adalah one group pretest-posttest design. Sampel penelitian diberi perlakuan (treatment) selama waktu tertentu. Pretest diberikan sebelum treatment, dan posttest diberikan setelah treatment. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden dan pengumpulan data menggunakan lembar ceklist PUQE-24. Analisis data menggunakan Uji T Dependent. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pemberian aromaterapi lemon terhadap emesis pada ibu hamil (????-value =0.001). Untuk itu pemberian aromaterapi lemon ini sangat disarankan bagi ibu hamil trimester I yang mengalami sebagai alternatif terapi non-farmakologis untuk mengatasi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1.
Kata Kunci : Kehamilan Trimester I, Emesis, Aromaterapi Lemon
