Isi Artikel Utama

Abstrak

Kehamilan merupakan proses berkesinambungan yang dimulai dari ovulasi, konsepsi, nidasi, implantasi dan perkembangan embrio di dalam uterus hingga aterm. Mual dan muntah terus menerus atau yang berlebihan dinamakan Hyperemesis Gravidarum sehingga mengganggu aktivitas dan kesehatan penderita secara keseluruhan dan akan menimbulkan komplikasi pada ibu dan janinnya. Penggunaan terapi komplementer pelengkap non farmakologis bersifat non instruktif, non infasif, murah, sederhana, efektif dan tidak mempunyai efek samping yang merugikan bagi ibu hamil. Salah satu aromaterapi yang sering digunakan ialah peppermint (mentha piperita). Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi peppermint terhadap penurunan mual muntah pada ibu hami trimester 1. Jenis penelitian menggunakan quasy experiment bersifat deskriptif analitik dengan rancangan one group pre test and post test design. Proses Analisa data dilakukan dengan Uji Shapiro Wilk dan di lanjutkan dengan Uji T Dependen. Sampel berjumlah 17 responden, yang dilakukan pada bulan Mei- Juni tahun 2022 di PMB Bdn. L.  Sebelum intervensi rata- rata tingkatan 4-6 dan sesudah intervensi rata-rata tingkatan 2-6 berarti menunjukan adanya penurunan frekuensi mual dan muntah setelah diberikan aromaterapi peppermint P<(0,05). Hasil penelitian adanya pengaruh pemberian aromaterapi peppermint pada ibu hamil yang mengalami mual dan muntah pada trimester 1 di PMB Bdn. L. Dapat disimpulkan bahwa karakteristik ibu hamil yang mengalami mual dan muntah dengan usia 21-35 tahun, usia kehamilan sekitar 5-8 minggu, paritas multipara, berpendidikan SMA (Sekolah Menengah Atas), yang tidak bekerja (IRT). Sebelum diberikan aromaterapi peppermint paling dominan mengalami mual dan muntah adalah tingkat ringan. Sesudah diberikan aromaterapi peppermint paling dominan mengalami mual dan muntah adalah tingkat ringan dengan berkurangnya tingkat sedang dan tidak adanya tingkat berat. Diharapkan PMB tidak hanya memberikan terapi farmakologi saja namun non farmakologi dengan pemberian aromaterapi peppermint. Hasil dengan pemberian aromaterapi peppermint terdapat pengaruh dengan hasil P < (0,05).

Rincian Artikel