Isi Artikel Utama
Abstrak
Low back pain/nyeri punggung bawah adalah rasa nyeri di daerah punggung bawah yang dapat menyebabkan nyeri lokal serta nyeri radikuler, bahkan keduanya. Data di Indonesia mengenai kejadian low back pain diperkirakan bervariasi antara 7,6 sampai dengan 37%. Sedangkan prevalansi di Jawa Barat adalah sebesar 17,5%. Tujuan dari penelitian ini diketahuinya perbedaan kejadian low back pain, antara faktor indeks massa tubuh, postur kerja dan aktifitas fisik. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 37 pekerja, dengan penelitian kuantitatif dan metode yang digunakan ada metode deskriptif analitik dengan desain cross sectional dan menggunakan uji statistik Chi-Square . Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat 26 pekerja (70,3%) mengalami adanya keluhan low back pain dengan indeks massa tubuh tidak normal/overweight (59,5%), postur kerja beresiko (59,5%), dan aktifitas fisik beresiko (62,2%). Hasil uji statistik menunjukkan ada perbedaan bermakna postur kerja dengan low back pain (p=0,025) namun tidak ada perbedaan yang bermakna pada indeks massa tubuh (1,000), dan aktifitas fisik (1,000) dengan low back pain. Diharapkan pekerja dapat meningkatkan pengetahuan terkait pencegahan kejadian low back pain untuk meminimalisir terjadinya low back pain. Diharapkan kepada pihak PT.X Depok agar dapat management yang baik, khususnya dalam meningkatkan prosedur kerja.
